Posted by Sanggar on Nov 5, '07 9:10 AM for everyone Tema cinta seakan tak pernah habis untuk dibicarakan, tak pernah lekang untuk dikisahkan, tak pernah basi untuk didiskusikan. Setiap orang berbeda-beda dalam memanifestasikan cinta. Bagi orang tua, cinta adalah kebahagiaan manakala si buah hati terlihat lucu dan pintar atau cinta adalah perlindungan dan ungkapan rasa kasih saying ketika buah hatinya terbaring sakit sehingga hilang keceriaannya. Kata orang bijak cinta orang tua kepada anak adalah cinta sejati. Bila ia seorang erotisme, maka cinta baginya adalah berapa keping vcd porno yang telah ia tonton, berapa wanita yang telah ia kencani dan berapa banyak ia menggodanya dan melecehkannya. Mungkin ia pendukung teori Sigmund freud yang berpendapat bahwa hidup manusia digerakkan oleh id (libido) saja. Cinta tak selamanya mendatangkan kesenangan tapi juga bisa mendatangkan kesedihan, kekecewaan bahkan kebencian . Antara cinta dan kebebasan seksual sungguh berbeda, cinta itu saling menyayangi, saling menjaga, saling melindungi, saling memberi dengan batasan-batasan tegas syar’i. Hasil Penelitian Tahun 2005, penulis melakukan penelitian mengenai perilaku seksual remaja SMU di Surakarta. Subjek penelitian ini berjumlah 1.250 orang, berasal dari 10 SMU di Surakarta yang terdiri atas 611 subjek laki-laki dan 639 subjek perempuan. Tabel Kelompok Subjek Berdasarkan Jenis Kelamin | Kelompok Subjek | Jumlah Responden | % | | Laki-laki | 611 | 48,88 | | Perempuan | 639 | 51,12 | | Total Jumlah | 1.250 | 100,00 | Kebanyakan subjek pernah menggunakan media pornografi, pada subjek laki-laki sebanyak 497 orang (81,34%) dan subjek perempuan 181 orang (28,32%); subjek yang mengaku tidak pernah menggunakan media pornografi pada subjek laki-laki sebanyak 114 orang (18,66%), subjek perempuan 458 orang (71,67%). Sebagian besar subjek mengaku pernah menonton film porno, pada subjek laki-laki sebanyak 403 orang (28,54%) dan subjek perempuan 111 orang (34,91%), sebagian kecil pornografi lewat foto pada subjek laki-laki 135 orang (9,56%) dan subjek perempuan 22 orang (6.92%). Sebagian subjek laki-laki 212 orang (34,69%)mengaku kadang-kadang melakukan onani, subjek perempuan 27 orang (4,23%), dan 77 orang (12,60%) subjek laki-laki dan 9 orang (1,41%) perempuan mengaku sampai sekarang masih aktif melakukan onani. Sebagian besar subjek mengaku sudah berpacaran. Usia pertama kali pacaran sebagian besar adalah 15-17 tahun subjek laki-laki sebanyak 246 orang (53,25%) dan subjek perempuan 272 orang (57,99%), usia 20-22 tahun sebanyak 1 orang (0,22%) pada subjek perempuan tidak ditemukan. Sebagian besar subjek mengaku pernah ganti pacar selama 1-2 kali, yaitu pada subjek laki-lakisebanyak 194 orang (41,99%) dan pada subjek perempuan sebanyak 196 orang (41,79%) .Sebagian besar subjek mengaku menjalani aktivitas pacaran 2-6 bulan, yaitu pada subjek laki-laki 171 orang (37,01%) pada subjek perempuan sebanyak 153 orang (32,62%), pada subjek laki-laki yang melakukan aktivitas pacaran kurang dari 1 bulan sebanyak 81 orang (17,53%) pada subjek perempuan sebanyak 67 orang (14,28%). Aktivitas pacaran subjek kebanyakan dilakukan di rumah sendiri yaitu pada subjek laki-laki 164 orang (23,33%), pada subjek perempuan sebanyak 37 orang (5,23%). Subjek yang melakukan hubungan seksual dari 462 subjek laki-laki yang berpacaran ditemukan 139 orang (30,09%), yang mengaku telah melakukan hubungan seksual dari 469 subjek perempuan yang berpacaran ditemukan 25 orang (5,33%). Alasan mereka melakukan hubungan seksual sebagai bukti rasa cinta pada subjek laki-laki 57 orang (38,51%), sedangkan pada subjek perempuan 6 orang (24%); dengan alasan diperkosa atau dipaksa pada subjek laki-laki 4 orang (2,70%) pada subjek perempuan 2 orang (8%). Usia subjek pertama kali melakukan hubungan seksual adalah 15-17 tahun yaitu pada laki-laki sebanyak 60 orang (43,16%) pada subjek perempuan 12 orang (48%). Hubungan seksual kebanyakan dilakukan bersama dengan pacarnya, pada subjek laki- laki 105 orang (53,29%) sedangkan pada subjek perempuan 21 orang (84%). Setelah melakukan hubungan seksual kebanyakan subjek merasa puas atau nikmat, pada subjek laki-laki 61 orang (43,88%), sedangkan pada subjek perempuan 3 orang (12%). Kebanyakan subjek berpendapat melakukan hubungan seksual adalah berdosa: pada subjek laki-laki 329 orang (34,52%), sedangkan pada subjek perempuan 417 orang (42,12%). Kebanyakan alasan remaja melakukan hubungan seksual adalah karena pengaruh lingkungan, vcd, buku dan film porno yaitu: pada subjek laki-laki sebanyak 389 orang (29,07%), sedangkan pada subjek perempuan 444 orang (31,11%). Alasan karena kemajuan jaman dan biar gaul, subjek laki-laki 113 orang (8,44%), pada subjek perempuan 99 orang (6,94%). (Penulis: Taufik) NB: Saya menemukan file tulisan ini di komputer umum. Sayang tidak ketemu sumber yang jelas. Bila penulisnya (Taufik) membaca, sekalian mohon ijin mengutip. Sebagai bahan wacana dan renungan bahwa betapa semakin bobroknya moral bangsa ini. Comment deleted at the request of the thread owner.
 | hiiiiyyyy... medeni... tapi kok ya sempet2nya bikin penelitian kayak begini... |
 | Mengingatkan pada riset yang dilakukan Iip Wijayanto, dengan hasil 97,05% mahasiswi Yogya tidak perawan. Atas desakan berbagai pihak, Iip mengganti judul dari hasil penelitian tersebut menjadi 97,05% Mahasiswi Yogya pernah melakukan hubungan seksual Pra-nikah.
Ya sami wae atuh.
Kalo kejadiannya disini mah, biasa. Lha wong malem-malem sering terdengar tetangga sebelah apartemen (suara cewek) ber- "ah uh ah uh"
Saya dan suami cuma bisa cengar-cengir doang... :p~
Selamatkan Jawa Tengah dengan syari'ah. |
 | anak muda jaman sekarang gak punya panutan,bapak-bapak kiyai terlalu ekslusif,aliran mainstream juga ekslusif,kerjanya kadang-kadang hanya menjustifikasi saja,coba masuki sisi mereka jangan melihat dan bertindak dari sisi manusia yang merasa lebih tua umurnya,dan jangan merasa paling banyak amalanya dan ilmunya( kadang-kadang begitu kejadianya),malah justifikasi duluan ketimbang edukasi. |
 | azisc wrote on Nov 5, '07 perlu adanya peran pemerintah, coz generasi muda yang akan meneruskan cita2 bangsa..... |
 | semoga Allah senantiasa membimbing generasi2 muda kita kejalan yg benar.amin TFS nya pak |
 | itu baru di surakarta ya, bagaimana dengan kehidupan bebas kaum remaja di kota-kota lain yang belum terungkap? mari kita jaga akhlak kaum remaja di sekitar kita, khususnya anak-anak kita agar jangan sampai terjerumus ke kenistaan semacam ini. |
 | masya Allah. apalagi vcd porno buku2 porno bisa dengan bebas didapat anak dengan harga murah. naudzubillah mindzalik kalo terus2an begini bisa hancur generasi kita.
|
 | elfarid wrote on Nov 5, '07, edited on Jul 13, '08 Peneliti itu (Taufik) saya pernah mengenal namanya, kalau tidak salah ingat seorang dosen di Surakarta. Kalau beliau membaca semoga bisa menambahkan hasil lengkap penelitian itu. |
 | Tuhan, tolong jauhkan anak-anak kami dari pergaulan bebas ini. Kami tidak punya cukup tangan untuk menjangkau dan cukup mata untuk mengawasi anak-anak kami yang beranjak dewasa. Hanya Engkau yang bisa menanam mataMu di hati mereka agar terhindar dari yang satu ini |
 | Dampak Sex memang kompleks, sex mampu membunuh karakter seseorang tak peduli itu jendral Premium bintang lima (ada loh jendral bintang lima di Indonesia) ,bisa menjunjung tinggi harkat seseorang,bahkan karena sex orang bisa saling bunuh. Manusia bisa kehilangan akal karena sex dan atau tanpa sex.begitu besar pengaruhnya. Terhadap remaja,kesakralan Sex tergantung pada pendidikan sex itu sendiri oleh orang tua pada anaknya, sebaiknya ajaran sex justru diberikan sejak dini dengan memberikan contoh kongrit misal kerugian jika menganut paham sex bebas. Di negara yang "katanya" di bentengi oleh pendidikan moral ini seharusnya paham sex bebas tidak berkembang jika kita konsisten dengan apa yang diajarkan moyang kita, (Jangan bicara peradaban selir sebagai contoh, itu hanya untuk pejabat pada zaman kerajaan, tak berlaku untuk abdi dalem) dan tentunya pendidikan sex harus disandingkan dengan Agama masing masing, Saya yakin Muhammad ,Jessus christus, Budha,Konghuchu,Bahkan Musadeq yang ngaku ngaku Nabi itu tidak menganut sex bebas. Wassalam |
 | Dan Jangan lupa SEX itu indah, bukan Indah untuk sex |
 | Ah jangan bicara memberantas VCD PORNO DAN BAJAKAN deh! Basi basi. kalau niat ya pasti di samping pos polisi di Glodog Jakarta itu gak bakalan ada yg jual VCD PORNO dan BAJAKAN. Kalau Aparat Nawaitu, dalam hal ini Polisi serius ya gak usah banyakan ngomong, grebeg tuh glodog dijamin banyak. jangan oprasi bocor jadi alasan yg di gembar gemborkan di media. "MASIH MUSIM MODEL GITU?"
|
 | na'udzubiLlahi min dzalik....smoga Allah mnjaga generasi kt dr perbuatan2 yg dlarang syariat. smg Allah mmberi kita kkuatan untuk mendidik dan mnjaga generasi kt mjadi gnerasi rabbani |
 | Walaupun saya pernah hidup di solo saya kurang tau kehidupan Pelajar dan mahasiswanya, tapi kalau di Jogja memang saya melihat dengan mata kepala saya sendiri bagaimana bebasnya jogja, kebetulan saya 2 tahun hidup di jogja.Bukannya sok suci tapi benar saya pernah ngusir cewek cantik yg hendak numpang tidur di kamar kos saya.dalam fikiran saya jangan jangan nih anak mau nyari bapak buat anaknya (jangan jangan sedang hamil muda) kan repot "Gak mangan Nangkane gupak Pulute" itu salah satu pertimbangan saya apalagi baru kenal sehari dari teman saya yg lain, disamping tanggung jawab moral yg harus saya jaga, apalagi saya kos sama kakak saya walau seminggu sekali dia tidur di kosan saya. Lha kalau ke Gap piye horooooo....? |
 | itu dia baru remaja indonesia masa kini, whuahuahuahua.... biarlah yang terjadi tetap terjadi, yang penting kita2 asyik2 aja.. ya gak coy?? |
 | saya mau nanya apakah orang yang kena penyakit kelamin seperti nama penyakit bartholonitis dapat disembuhkan??? |
 | salah satu akibat sebagian oknum pejabat n ortu kurang tegas terhadap pornografi |
 | ffrkh wrote on Jan 15, '08 bagaimana mau tegas kalo pejabat2 pemerintahan,polisi,pendidikan,juga sering ambil bagian dalam bagian dalam esek esek, |
 | elvv wrote on Feb 10, '08 Lah gimana pejabat mau ngurusin, pejabat nya sendiri aja pada esek-esek gitu. (inget potongan pendek film biru karya pejabat berinisial YZ dengan artis berinisial ME?) |
 | beq46 wrote on Jul 15, '08 sangat menakutkan....
salam.. |
Comment deleted at the request of the author.
 | Duh parah nih remaja kita sekarang... |
 | sex emang enak kok mas, biarin aja, biar mereka nanggung akibatnya, kan udah dapet enaknya. itu namanya konsekwensi. |
 | laporannya qw kutip...bwt tugas presentasi
thanks y...slm bwt yg nulis thanks...
^_^ |
 | Back to 70' - 80'. Dulu para cewek takut ciuman sebab kalo ciuman bisa hamil dan itu ampuh bagi mereka untuk tidak melakukan sesuatu lebih lanjut. Semua bermula dari ciuman, bibir adalah indera sensitif dan perasa dari bibirlah semua berawal. Jangan lakukan cimuman jika tidak pingin hamil... thats right dan ampuh... Lah tapi sekarang... Cewek yang ketagihan untuk di cium bahkan di tempat umumpun tak ngaruh... jaga bibirmu........... Semua berawal dari bibir, keburukan banyak disebabkan oleh bibir.. http://bujangpaibo.blogspot.com |
 | Wa............ asik jg tp mang btul klo hal ini mest ditanggapi SERIUSSSSSSSSSSSSSSSS |
 | deniw wrote on Aug 17, '09 aku malu dengan sebagai anak bangsa, aku aku melihat dan mendengar sendiri prilaku generasi ank2 zaman sekarang, prilaku sex bebas smakin meningkat di mana2,entah apa jdinya dunia ini. negara kita maju dlm IPTEK tapi MORAL kita mundur 180drajat akan di bawa kemana negara ini, siapakah yg hrs kita salahkan. |
 | Yup..mengenai penilaian para pengunjung diatas memang betul mereka semua memberikan penilaian buruk terhadap sex bebas, SAYA SETUJU. Namun apakah para orang tua (jika anda sudah punya anak) sudah memberikan bimbingan? Saya melihat juga banyak kejadian bahwa sebetulnya semua ini berasal dari satu efek adanya Handphone (ya karena pengguna tak bisa memakai barang itu dengan dibarengi mental yang baik). Akhir-akhir ini banyak sekali sms yang nyasar,dan akhirnya mereka saling ketemuan karena terbujuk rayu di dunia maya. maka setelah itu biasanya terjadi sex bebas yang mereka samarkan sebagai cinta. Diakui atau tidak itulah kenyataan nya. Saya tulis disini berdasar kepada pengalaman saya. Istri sayapun mengalaminya,dia terjebak oleh rayuan maut seorang lelaki yang bernama RANGGA dari jawa timur. Istri saya mengaku bernama AYU atau MONIC. Rupanya si lelaki JABLAY ini menggunakan jasa paranormal setelah dia meminta foto istri saya, terus terang hingga kini istri saya selalu memperlihatkan rasa benci kepada saya. Saya berusaha untuk bersabar, karena jika terjadi perceraian maka yang akan menjadi korban adalah anak-anak saya. Istri saya sudah tak memperhatikan saya lagi, dia selalu membantah, dan jika saya mencoba berbicara untuk menyadarkannya...dia selalu mengantuk lalu tidur,kalau gak ngantuk biasanya dia langsung pergi ngeloyor, dan kalau gak pergi dia mendengarkan omongan saya dengan mata yang memerah penuh emosi. Jika saudara RANGGA atau saudara ANDRE membaca ini, maka saya minta agar saudara sadar dengan apa yang saudara lakukan, karma berlaku. Anda akan merasakan apa yang saya rasakan nanti. kepada anda yang mempunyai BLOG ini, saya ucapkan beribu terima kasih atas curahan hati saya ini. Semoga kejadian ini tak pernah terjadi kepada anda. Dan bagi para pengunjung yang membaca ini,baik anda wanita yang telah berkeluarga atau belum...HATI-HATILAH MENERIMA TELEPON DARI NOMOR YANG TAK DIKENAL, LEBIH BAIK JANGAN DIANGKAT. DIKHAWATIRKAN ANDA TERKENA OLEH TELEPATI YANG DIKIRIMKAN KETIKA ANDA MENERIMA TELEPON ITU UNTUK PERTAMA KALI. SAYA ULANGI...HATI HATI JANGAN MENERIMA TELEPON DARI NOMOR YANG TAK DIKENAL. Jika saudara Rangga dan saudara Andre membaca ini, anda bisa menhubungi saya di alamat email anak saya TaufanAsti@yahoo.co.id. Kepada yang punya Blog ini, saya ucapkan terima kasih karena saya sudah numpang "PENGUMUMAN" semoga bermanfaat untuk yang lain. saya mohon doa agar keluarga saya bisa tetap utuh. Amin..ya Robal Allamin Terima kasih. |
 | jerua wrote on Dec 29, '09 ya kenapa sih harus cinta?
|
 | pada dasarnya cinta adalah kamuflase, cinta merupakan relasi kuasa dimana hubungan2 yang dijalin dlm mekanisme cinta adalah mekanisme untuk saling menguasai antara satu pihak kepada pihak lain yang didasari motif2 kepentingan dibaliknya. Motif yang paling sederhana adalah karena menginginkan harta dan kenikmatan seksual. Motif-motif inilah yang sesungguhnya eksis.
Contoh lain bahwa di balik “panggung depan” cinta ada sebuah backstage yang dipenuhi motif-motif kepentingan adalah evolusi dari cinta itu sendiri, yang mana pada titik tertentu mengalami perubahan (bagi beberapa orang perubahan ini dikatakan sebagai peningkatan, bagi yang lain adalah degradasi), yaitu evolusi cinta menjadi tugas, tugas untuk memenuhi hak dan menjalankan kewajiban, dan perubahan ini bukan hanya pada “kostum”-nya saja tapi juga diiringi dinamika perubahan pada pola kepentingan-kepentingan menuju lebih kompleks; seperti nafkah dan perlindungan.
Tapi kenapa salah satu bentuk relasi kuasa yang dinamakan cinta ini tidak pernah berhenti digemari? karena kuasa cinta telah menguasai dan mendisiplinkan jiwa dan raga seorang pencinta, sehingga mereka terjangkit dan sakit namun tak ingin diobati dan disembuhkan.
|
 | Bingung juga ya........! Yang dulu dianggap tabu justru kini digandrungi. Alasannya "biar gaul, penasaran, sebagai bukti rasa inta", dan seabrek alasan lainnya |
| |